Jakarta (ANTARA) - Pemerintah meluncurkan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI016 yang dapat dibeli secara daring melalui sistem e-SBN dengan target indikatif sebesar Rp9 triliun.

"ORI16 ini merupakan seri pertama ORI yang diterbitkan secara online. Targetnya Rp9 triliun untuk penerbitannya, ini 'tradable', lebih likuid, jadi targetnya besar," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan tingkat bunga yang ditawarkan ORI016 itu sebesar 6,8 persen sampai dengan jatuh tempo pada 15 Oktober 2022. Kupon sebesar itu juga telah menyesuaikan besaran BI rate saat ini di level 5,25 persen.

"BI rate sudah turun 75 basis poin dalam tiga bulan terakhir ini, menggambarkan 'cost of fund' makin turun, makanya tingkat kupon menyesuaikan juga," katanya.

Ia menambahkan penerbitan ORI itu utamanya untuk membiayai APBN, yang fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Terkait proses pemesanan pembelian, lanjut dia, dapat dilakukan melalui empat tahap yaitu registrasi, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi.

"Proses registrasi dapat dilakukan kapan saja, sedangkan tiga proses selanjutnya dapat dilakukan selama periode pemesanan yaitu tanggal 2-24 Oktober 2019," katanya.

Ia mengharapkan kemudahan pembelian ORI itu dapat memicu generasi milenial menempatkan dananya ke instrumen itu sehingga turut membantu pembiayaan negara.

"Sekarang ini milenial mendominasi, kurang lebih 52 persen dari pembeli SBN ritel. Kita berharap trennya akan berlanjut terus, karena milenial makin sadar investasi," katanya.

Direktur Surat Utang Negara (SUN) Kementerian Keuangan Loto Srianita Ginting menambahkan minimal pembelian ORI016 yakni Rp1 juta dan maksimal pembelian sebesar Rp3 miliar.

"Pada 2018, ORI dijual secara offline, sekarang dimudahkan penjualan melalui online. ORI016 itu juga dapat diperdagangkan di pasar sekunder sehingga berpotensi memperoleh 'capital gain'," katanya.

Kendati demikian, ia berharap, investor pemegang ORI016 dapat memegang instrumen investasi itu hingga jatuh tempo.

Ia menambahkan pembelian ORI016 itu dapat dilakukan melalui beberapa platform, seperti Investree, Tanamduit, Bareksa.com, Invisee, dan Modalku.



Baca juga: Tarik investor domestik, Pemerintah tawarkan obligasi ORI015
Baca juga: Menkeu: basis investor ORI mulai meluas
Baca juga: Pemerintah targetkan dana Rp13,4 triliun dari ORI014