Manokwari (ANTARA) - Komando Distrik Militer (Kodim) 1801/Manokwari, Papua Barat, mengoptimalkan peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah pedalaman untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat.

"Ini bukan hanya saat menyambut Hari Kesaktian Pancasila saja ya. Kegiatan ini rutin kami laksanakan di seluruh wilayah kerja Kodim Manokwari," kata Dandim 1801/Manokwari Kolonel Inf J.Lumbantouruan di Manokwari. Selasa.

Baca juga: Presiden sampaikan ucapan selamat Hari Kesaktian Pancasila

Baca juga: Kemendikbud wacanakan pelajaran PMP diajarkan kembali

Baca juga: Akademisi: Pancasila sakti dengan interpretasi nilai budaya

Baca juga: Rumah Pancasila: Perkuat jiwa Pancasila daripada batasi akses medsos


Ia menjelaskan, pengenalan Pancasila serta pilar kebangsaan lainnya di wilayah pedalaman dilakukan melalui berbagai cara diantaranya dengan masuk ke sekolah-sekolah serta turun langsung ke masyarakat.

"Tentu dengan pola pendekatan berbeda saat masuk di kalangan pelajar dengan masyarakat. Di sekolah kita bisa sampaikan materi bersifat teori, kalau di masyarakat kita harus terjun dan terlibat langsung dalam aktivitas yang dilakukan masyarakat," sebut Dandim.

Menurutnya, peran masyarakat terutama pemuda dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi sangat besar. Begitu pula generasi muda yang berada di kampung-kampung.

"Internet saat ini sudah terbuka lebar, sisi positifnya kita bisa mengakses seluruh informasi dari seluruh penjuru dunia. Sisi negatifnya, berbagai ideolegi dari luar bisa mempengaruhi anak-anak kita dan itu sangat berbahaya," sebut Dandim lagi.

Untuk itu, ujarnya, ia mengoptimalkan peran Babinsa untuk menanamkan pemahaman tentang Pancasila, Bela Negara, NKRI dan Undang-undang Dasar 1945 kepada generasi muda.

Seperti halnya Babinsa Koramil 1801-02/ Saukorem Kopda Nasarudin. Secara rutin ia melakukan pembinaan dengan membantu mengajar di SMP Negeri 09 Kebar Kabupaten Tambrauw.

Anak-anak usia dini sejak awal harus mengenal dan memahami Pancasila. Hal ini dinilai dapat mengobarkan semangat dan rasa cinta tanah air.

"Kalau sejak dini anak-anak memahami Pancasila, punya jiwa semangat dan cinta tanah air, itu akan menjadi karakter. Kelak kalau dia sudah dewasa sudah pasti siap mengabdikan jiwa dan raganya untuk bangsa dan negara," ujar Dandim lagi.