Mamuju (ANTARA) - Sejumlah mahasiswa dan personel kepolisian di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan shalat gaib, mendoakan dua mahasiswa Universitas Haluoleo Kendari Sulawesi Tenggara yang tewas pada aksi unjuk rasa menolak RUU KUHP

Aksi yang dilakukan mahasiswa yang digelar di Lapangan Ahmad Kirang Kabupaten Mamuju, pada Senin itu, untuk mendoakan kedua mahasiswa yang tewas agar mendapat tempat yang layak di sisi Allah karena telah memperjuangkan kebenaran demi Indonesia.

Baca juga: IMM minta usut tuntas insiden tewas kadernya di Kendari

Baca juga: IMM: Seorang mahasiswa tewas menunjukkan ada pelanggaran kemanusiaan


Shalat gaib tersebut terlihat dihadiri langsung Kapolresta Mamuju Ajun Komisaris Besar Polisi Mohammad Rivai Arvan bersama sejumlah personel kepolisian lainnya.

"Jika di daerah lain, aksi solidaritasnya terus dilakukan dengan cara berunjuk rasa, maka di Sulawesi Barat dilakukan dengan cara berbeda dan lebih positif," kata Kapolresta Mamuju AKBP Muhammad Rivai Arvan.

Kapolresta mengapresiasi dan mendukung kegiatan yang dilakukan mahasiswa tersebut.

"Apa yang dilakukan mahasiswa saat ini akan lebih bermanfaat dari pada harus melakukan kegiatan yang anarkis," terang Rivai Arvan.

Baca juga: Wakapolri bertolak ke Kendari terkait mahasiswa tewas saat demo

Baca juga: Polri investigasi dugaan kesalahan prosedur pengamanan demo Kendari


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Mashura menyampaikan bahwa Kapolda Sulbar Brigjen Polisi Baharudin Djafar, juga menyampaikan apresiasi atas aksi mahasiswa di Sulbar tersebut.

"Kegiatan adik-adik ini pasti akan menjadi contoh yang baik untuk daerah lain, kegiatannya lebih positif dan membangun," kata Mashura.

Baca juga: Ada mahasiswa tewas, Wiranto: Tunggu investigasi kepolisian

Baca juga: Presiden Jokowi sampaikan duka cita bagi dua mahasiswa Kendari

Baca juga: Dua mahasiswa di Kendari tewas, Menristekdikti minta usut tuntas