Majene (ANTARA) - Bupati Majene Fahmi Massiara meminta aparat penegak hukum mengusut terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

"Kami meminta kepada aparat penegak hukum di wilayah Kabupaten.Majene agar menyelidiki, menyidik dan menindak tegas pelaku penyebab kebakaran hutan dan lahan di wilayah ini," kata Bupati Majene di Majene, Senin.

Ia mengatakan, proses hukum terhadap pelaku pembakar hutan mesti dilakukan agar menimbulkan efek jera dan mencegah kejadian serupa terjadi lagi.

Menurut dia, penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, namun harus dilakukan secara sinergis oleh semua pihak.

Baca juga: Kebakaran lahan Majene berhasil dipadamkan


"Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga ke individu masing-masing masyarakat mesti bersinergi mencegah kebakaran hutan dan lahan," katanya.

Bupati mengatakan, sinergitas pencegahan tersebut sejalan dengan amanat Inpres Nomor 11 Tahun 2011 tentang peningkatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

"Seluruh jajaran organisasi perangkat daerah Kabupaten Majene diharapkan dapat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau meninggalkan bibit api di sembarang tempat," katanya.

Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Majene pada dua bulan terakhir juga melatarbelakangi diadakannya apel siaga aparat penegak hukum untuk meminimalisir potensi terjadinya kebakaran lahan akibat kemarau panjang itu.

Baca juga: Polda Sulbar bentuk satgas penanganan kebakaran lahan


Sebelumnya di Kabupaten Majene, kebakaran melanda sejumlah wilayah. Di antaranya di Gunung Kaluppang, Dusun Parabaya, Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana yang menghanguskan dua hektare lahan. Kemudian di Gunung Bo’di Dusun Kawero, Desa Bababulo Utara, Kecamatan Pamboang menghanguskan setengah hektare lahan.

Selain itu, kebakaran lahan terjadi di wilayah Buttu Pullayonga, Lingkungan Tunda, Kelurahan Labuang Utara, Kecamatan Banggae dan di Lingkungan Tambulang Bulang, Kelurahan Lamungan Batu, Kecamatan Malunda.


Baca juga: Satelit Terra dan Aqua deteksi dua titik panas di Sulbar