Jakarta (ANTARA) - Sejumlah petugas Polres Metro Jakarta Barat melakukan patroli di sekitar kawasan Palmerah terutama yang mengarah gedung MPR/DPR RI untuk menjaga situasi kondusif setelah terjadi kericuhan pada Rabu (25/9) malam.

"Situasinya masih landai," kata Wakil Kepala Satuan Sabhara Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Polisi Yusuf di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Polisi sebut demo tolak RKUHP ricuh disusupi kelompok lain

Baca juga: Polda Metro halau kelompok pemuda diduga akan unjuk rasa


Ia mengharapkan tidak terjadi lagi kericuhan karena selain mengganggu ketertiban umum, juga merugikan ekonomi masyarakat.

Dalam patroli itu, petugas kepolisian juga memastikan kelancaran arus lalu lintas khususnya yang mengarah dari Jalan Palmerah menuju Jalan Gelora dan Jalan Tentara Pelajar, begitu juga sebaliknya.

Sementara itu, pantauan di Jalan Gelora atau arah menuju pintu belakang Gedung DPR RI yang sebelumnya ditutup kini sudah dibuka kembali satu arah.

Sejumlah petugas kepolisian juga mengatur lalu lintas yang cukup padat di sekitar kawasan Stasiun Palmerah karena bertepatan dengan jam pulang kerja.

Selain arus lalu lintas yang mulai ramai, aktivitas ekonomi warga yang sempat terhenti, kini sudah mulai menggeliat.

Pedagang makanan di sekitar jembatan penyeberangan orang (JPO) Stasiun Palmerah juga sudah mulai berdagang setelah sempat terhenti sementara karena unjuk rasa yang berakhir ricuh.

Sebelumnya, massa berunjuk rasa di sekitar gedung DPR RI yang mengkritisi sejumlah rancangan undang-undang mengundang pro kontra di antaranya RUU KUHP.

Kawasan Palmerah merupakan salah satu titik konsentrasi aksi unjuk rasa yang berujung kericuhan, salah satunya massa membakar Pos Polisi Palmerah.

Baca juga: Polisi amankan demonstran di belakang Gedung DPR RI