Jerusalem, Palestina (ANTARA) - Ketua Komisi Perlawanan Tembok dan Kolonisasi Walid Assaf, Jumat (20/9), mengatakan aksi duduk buka-tutup telah dimulai di Permukiman Al-Mintar, Jerusalem Timur, untuk memprotes rencana Israel membangun permukiman tidak sah di sana.

Ketika berbicara dalam satu taklimat di Al-Minta, ia mengatakan permukiman baru pos depan tersebut adalah bagian dari rangkaian tindakan oleh penguasa pendudukan Israel, dengan tujuan memecah Tepi Barat Sungai Jordan menjadi beberapa wilayah terpisah.

Baca juga: Jerman: Rencana permukiman Israel langgar penyelesaian dua-negara

Assaf menyatakan bahwa selama sembilan bulan belakangan ini, pemerintah Israel dan beberapa kelompok pemukim Yahudi membangun sembilan permukiman pos depan di seluruh Tepi Barat, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu. Ia menambahkan itu bisa beresi memecah seluruh kota besar dan kecil Palestina satu sama-lain.

Baca juga: Banyak tanah orang Palestina disita Israel untuk permukiman Yahudi

Pada Jumat pagi, pasukan penguasa pendudukan menutup semua jalan menuju Al-Mintar dalam upaya mencegah aksi-duduk tersebut. Tapi banyak orang Palestina, termasuk para pejabat pemerintah, bisa sampai ke lokasi melalui jalan lain yang lebih jauh.

Sebagian bahkan dipaksa jalan kaki untuk sampai ke lokasi aksi duduk.

Baca juga: Inggris kecam permukiman tidak sah Israel di Jerusalem Timur

Sumber: WAFA