Pontianak (ANTARA) - Puluhan karyawan PLN Grup Kalimantan turun ke jalan membagikan 10.000 masker di Bundaran Untan dan Simpang A Hani Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis, menyusul masih pekatnya kabut asap akibat kebakarah hutan dan lahan (karhutla).

"Pembagian masker karena bencana kabut asap yang terjadi di Kalbar khususnya di Kota Pontianak dan sekitarnya masih pekat. Asap pekat pastinya berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat," ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalbar, Agung Murdifi di Pontianak, Kamis.

Baca juga: Pontianak liburkan sekolah hingga sampai waktu belum ditentukan

Baca juga: Bandara Batam batalkan penerbangan ke Pontianak


Para karyawan PLN Grup Kalimantan ituitu terdiri dari PLN UIW Kalbar, Icon PLN, PLN UIP Kalbagbar, PLN UIKL, Paguntaka dan Cahaya Nusantara.

Agung menjelaskan kegiatan tersebut sebagai wujud keprihatinan insan PLN melihat dampak buruk kabut asap yang melanda Kalbar, khususnya Kota Pontianak dan sekitarnya.

"Kami turun ke jalan membagikan 10.000 masker kepada pengendara di Bundaran Digulis Untan dan Simpang lampu merah jalan A Yani. Kami merasa prihatin dengan kondisi kabut asap yang tentunya berdampak buruk bagi kesehatan," katanya.

Melalui kegiatan itu, mereka mencoba mengedukasi masyarakat agar peduli menjaga kesehatan dalam kondisi udara yang tidak baik.

Baca juga: Dinkes Pontianak dalami dampak panjang kabut asap bagi kesehatan

Ia mengatakan dalam kondisi udara yang tidak sehat seperti sekarang ini hendaknya warga mengurangi kegiatan di luar rumah karena akan berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi para penderita penyakit tertentu yang berhubungan dengan pernafasan, seperti sakit jantung, paru-paru, asma, dan lain-lain.

"Jika memang harus keluar rumah hendaknya menggunakan masker, kaca mata serta perbanyak minum air putih agar dapat mengurangi dampak buruk kabut asap," ujar Agung.

Di tempat yang sama, Suwarni (43), warga jalan Paris 2 mengatakan bahwa pembagian masker yang dilakukan PLN cukup membantu warga yang kebetulan beraktivitas di luar rumah.

"Rencananya saya mau ke rumah keluarga di Sungai Jawi, tapi tadi lupa membawa masker, Alhamdulillah pas di Tugu Digulis ada pembagian masker yang dilakukan oleh karyawan PLN, senang rasanya," kata Suwarni.

Di tempat yang sama, Dahlan (23), Mahasiswa Untan mengatakan bahwa selama ini dirinya tidak begitu peduli dengan penggunaan masker meski kabut asap menebal, namun pagi ini dirinya mengakui tertarik setelah dihimbau oleh beberapa karyawan PLN yang membagikan masker.

"Saya tadi ambil satu kotak masker dari karyawan PLN, rencananya akan saya bagikan ke teman-teman di Kampus. Kegiatan yang dilakukan oleh PLN sangat baik dan pastinya akan menginspirasi yang lain untuk lebih peduli terhadap kesehatan masyarakat," kata Dahlan.

Baca juga: Pontianak sediakan tujuh rumah oksigen antisipasi warga terpapar-asap