Jakarta (ANTARA) - Sudah lebih dari 15 tahun warga Kampung Maja Pegadungan, Kalideres mengalami krisis air bersih, sehingga kini mereka menunggu realisasi saluran air dari Pemerintah Kota Jakarta Barat, menurut salah satu ketua RW setempat.

"Pengajuannya sudah lebih dari 15 tahun yang lalu melalui RW lama tapi belum pernah ada realisasinya," kata Ketua RW 09 Abdulrozak Zakaria di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Menang sidang Pulau M, DKI akan maksimal dalam sidang pulau berikutnya
Baca juga: Dekranasda DKI ajak anak muda bergabung berbisnis suvenir


Rozak mengatakan warga Kampung Maja memanfaatkan air tanah dan air Kali Maja, yang dulunya untuk irigasi persawahan. Namun, kualitas air di kawasan tersebut menjadi buruk sejak Kali Maja terkontaminasi limbah air perumahan.

Kekeringan di Kali Maja yang membentang sepanjang Jalan Jambu Air itu saat ini berdampak pada surutnya air tanah. Rozak mengatakan warganya sulit mencari air yang mudah dan murah untuk mencuci dan mandi.

Di musim kering, air bersih bisa sangat mahal jadi belasan ribu untuk dipakai perharinya. Sekali pikulan air untuk dua jeriken besar, dihargai Rp5.000 oleh penjual air keliling.

Yang paling mengherankan bagi Rozak, Kampung Maja masih merupakan kawasan perkotaan. Namun hingga saat ini, wilayahnya belum tersuplai aliran air dari PAM Jaya.

"Air cuma lewat aja, enggak ke kampung tapi malah ke perumahan Citra Garden sama Palem, yang perumahan airnya sudah sama swasta. Tinggal satu RW diapit sama perumahan," ujar Rozak.

Rozak mengatakan pihak Kelurahan Pegadungan sudah mengadakan rapat dengan PAM Jaya, dan hasilnya akan ada penggalian pipa untuk saluran air PAM Jaya pada Oktober.

"Jadi kami berharap kepada pak Walikota, Gubernur, segeralah dibantu karena kami ini di Jakarta Barat, masa tidak tersuplai air PAM Jaya," kata dia.

Baca juga: Gerindra DKI tidak permasalahkan anggota dewan ajukan kredit ke bank
Baca juga: Bank DKI akui beri fasilitas kredit pada anggota DPRD DKI Jakarta