Banda Aceh (ANTARA) - Kantor Wilayah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Provinsi Aceh menyosialisasikan program Sadar Bahaya Narkoba dikalangan pelajar dan guru di Kota Banda Aceh dalam upaya menjadikan mereka sebagai duta di sekolah masing-masing.

"Kegiatan yang digelar ini merupakan salah satu wujud nyata BRI terhadap lingkungan terutama dalam menjaga generasi muda dari pengaruh barang haram yang dapat merusak penerus bangsa," kata Pimpinan Wilayah BRI Provinsi Aceh, Handaru Sakti, di Banda Aceh, Rabu.

Pernyataan itu disampaikannya di sela-sela sosialisasi Sadar Bahaya Narkoba yang berkerja sama dengan BNN Provinsi Aceh, Polda Aceh, Kanwil Kemenag Aceh dan Dinas Pendidikan Aceh.

Ia menjelaskan dalam kegiatan sosialisasi itu mereka menghadirkan sebanyak 47 sekolah di Banda Aceh dengan peserta terdiri dari satu orang ketua OSIS dan satu orang guru.

Menurut dia pendidikan sejak dini tersebut perlu dilakukan secara terus menerus sehingga generasi mudah di provinsi ujung paling barat Indonesia itu terbebas dari penyalahgunaan narkoba yang saat ini menyasar semua kalangan.

Juga baca: Pelajar SMA lebih banyak terpapar narkoba dibanding mahasiswa

Juga baca: LAN sebut Indonesia kurang penyuluhan antinarkoba untuk pelajar

Juga baca: BNNP: Satu dari 100 pelajar di Aceh korban narkoba

"Kami berharap peserta yang hari ini ikut dapat mensosialisasikan kepada rekan sejawat dan juga kepada siswa lainnya agar dapat menjauhi barang haram yang dapat merusak masa depan dan juga kesehatan," katanya.

kegiatan tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan dan program tersebut dilaksanakan serentak di 19 kantor Wilayah BRI dalam upaya menekan angka penyalahgunaan Narkoba di kalangann generasi muda.

Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser dalam pemaparannya juga mengajak generasi muda di Aceh agar tidak mendekati Narkoba karena dapat merusak kesehatan dan menghancurkan masa depan.

Ia berkomitmen Aceh bebas dari narkoba sehingga nantinya dapat melahirkan generasi muda yang cerdas dan dapat berkontribusi untuk pembangunan daerah diberbagai sektor.

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Ketua Forum Komunikasi BUMN Provinsi Aceh, Ediwardo Ritonga, dan sejumlah pengurus organisasi tersebut turut menghadirkan sejumlah pemateri lainnya termasuk dari Polda Aceh.