Jakarta (ANTARA) - Konsultan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan World Economy Forum (WEF) Shirley Santoso menilai peta jalan industri Making Indonesia 4.0 yang disusun dan diluncurkan oleh pemerintah agar industri di Indonesia melakukan lompatan jauh (leapfrog) ke tahap kesiapan memasuki revolusi industri 4.0.

"Kita harus melihat apa saja komponen-komponen yang harus disiapkan oleh suatu negara untuk melakukan lompatan jauh atau leapfrog dari tahap awal untuk sampai ke tahap yang lebih siap memasuki revolusi industri 4.0,"ujar Shirley Santoso saat wawancara dengan Antara di Jakarta, Senin

Hal itu, lanjutnya, mengingat negara-negara lainnya juga sudah siap untuk berubah seperti Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Thailand dan Vietnam di mana masing-masing negara itu sudah memiliki strategi industri 4.0.

Dia menjelaskan bahwa pihaknya memiliki studi yang melihat kesiapan 100 negara dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dari sisi structural production dan drivers of production. Berdasarkan studi itu, Indonesia berada pada tahap awal.

Sedangkan dunia internasional terus berubah dengan cepat, dan negara-negara tetangga Indonesia seperti Malaysia dan Singapura berada pada posisi unggul, artinya mereka sudah siap dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

"Saat Kementerian Perindustrian melihat dan menyadari posisi Indonesia dalam tingkat kesiapan memasuki revolusi industri 4.0, dan mungkin mereka juga memiliki kebutuhan bahwa Indonesia harus mulai siap mengingat negara-negara tetangga Indonesia juga sudah mulai siap memasuki revolusi tersebut," kata Shirley yang juga President Director AT Kearney.

Mengingat momennya tepat, maka pihaknya senang bisa dimintai bantuan oleh Kementerian Perindustrian untuk menyusun peta jalan Making Indonesia 4.0 tersebut. Selain itu momen tepat lainnya yakni pihaknya melihat bahwa strategi revolusi industri 4.0 ini tidak hanya untuk melakukan revolusi industri 4.0 saja namun juga bagaimana bisa memperkuat industri Indonesia secara keseluruhan.

AT Kearney telah lama bermitra dan melakukan studi dengan World Economic Forum, salah satu studinya yang banyak terlibat yakni pada ide awal mengenai revolusi industri 4.0 secara global serta arti dan dampaknya revolusi tersebut kepada masyarakat, proses produksi, serta apa yang perlu dilakukan oleh negara dan perusahaan dalam menghadapi revolusi 4.0 tersebut.

Making Indonesia 4.0 merupakan "roadmap" atau peta jalan mengenai strategi Indonesia dalam implementasi memasuki Industri 4.0. Peta jalan industri tersebut telah diluncurkan oleh pemerintah pada April 2018.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar mengatakan bahwa Industri 4.0 perlu segera diimplementasikan untuk menjawab tantangan sektor industri saat ini. Revitalisasi sektor industri perlu dilakukan agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain yang semakin berdaya saing.


Baca juga: Kemenperin gelontorkan Rp103 miliar, kembangkan Making Indonesia 4.0
Baca juga: Menperin: Making Indonesia 4.0 sebanding dengan kebijakan di Eropa
Baca juga: Presiden TEFLIN: Revolusi industri 4.0 tidak bisa diabaikan