Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Administratif Jakarta Timur meminta pengembang Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) memodifikasi ulang pembuatan trotoar alias membongkar total di median Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang. Trotoar di sebagian jalan itu tidak lumrah, ada di tengah-tengah ruas jalur.



"Tolong segera dimodifikasi ulang keberadaan trotoar yang ada di median (tengah) Jalan Kalimalang, sebab berpotensi menimbulkan kecelakaan," kata Kepala Seksi Lalu Lintas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Andreas Eman, di Jakarta, Senin.



Menurut dia Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar, telah mengajukan permintaan resmi kepada pengembang Tol Becakayu, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) untuk membongkar trotoar tersebut.



Trotoar yang tersebar di tengah Jalan Inspeksi Kalimalang memiliki dimensi panjang 5-10 meter mulai dari Pangkalan Jati hingga Raden Inten.



Trotoar pada lintasan kendaraan dari arah Cawang menuju Bekasi itu dibangun sejak 2018 secara terpisah dengan jarak sekitar lima meter per trotoar.

Juga baca: Trotoar di tengah Jalan Kalimalang akibat salah perencanaan

Juga baca: Enam titik jadi fokus revitalisasi trotoar di Jakarta


Keberadaan trotoar kerap dikeluhkan pengendara karena selain berpotensi kecelakaan, juga mengakibatkan penyempitan badan jalan.



"Wali kota minta kepada Bagian Sarana dan Prasarana Becakayu agar trotoarnya dimodifikasi dan dipindahkan dari tengah ke sisi jalan," katanya.



Bahkan PT KKDM juga menjanjikan pembuatan taman di sekitar sisi Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang.



"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini segera terealisasi pemindahannya," katanya.