Jakarta (ANTARA) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan sesuai arahan presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie bahwa yang menjadi modal utama dalam melaksanakan transformasi industri adalah sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keahlian.

Saya pun masih mengingat apa yang dilakukan Prof Habibie, pada saat pertama kali membangun BPPT. Fokus pembangunan diarahkan oleh beliau, dalam hal pembangunan sumber daya manusia bukan pada sarana dan prasarana, kata Kepala BPPT Hammam Riza dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat.

Saat menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi atau Kepala BPPT, Habibie mencita-citakan Indonesia menjadi negara maju melalui industrialisasi dengan melakukan transformasi industri.

Baca juga: BPPT: Habibie wariskan semangat mencetak lompatan teknologi

Oleh karenanya, Habibie membangun kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia.

SDM Indonesia yang unggul, kemajuan iptek serta inovasi akan membawa Indonesia semakin berdaya saing dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat.

Sekitar tahun 1980-an atau 1990-an, Habibie mencari jutaan putra-putri terbaik bangsa di seluruh Indonesia untuk disekolahkan.

BJ Habibie mengambil lulusan terbaik dari SMA dan perguruan tinggi untuk ditingkatkan kompetensinya hingga jenjang Doktor, mereka bahkan disekolahkan di luar negeri, karena Habibie menginginkan SDM Indonesia tidak kalah bersaing dengan asing.

Baca juga: Habibie Wafat - Habibie lahirkan generasi intelektual BPPT

Mayoritas pembangunan di Indonesia ini merupakan hasil karya dari putra-putri terbaik Indonesia, ujar Hammam.

Demikian pula, Presiden RI Joko Widodo, dalam pidatonya baik di Sidang Tahunan MPR 2019 maupun Sidang Bersama DPD RI-DPR RI, menunjukkan komitmennya untuk memberdayakan kemajuan teknologi dan keunggulan sumber daya manusia (SDM) dalam rangka melesatkan perekonomian nasional.

Diberitakan Presiden Joko Widodo mengemukakan pemanfaatan teknologi terbaru telah membuka peluang untuk mempermudah hal-hal yang dulu sulit, untuk mempermurah hal-hal yang dulu mahal, dan mempercepat hal-hal yang dulu lamban dan lama.

Dengan memberdayakan secara optimal berbagai kemajuan teknologi serta berbagai keunggulan sumber daya manusia di berbagai daerah, maka ke depannya dinilai juga bakal berdampak positif kepada perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Habibie wafat - BPPT: Indonesia kehilangan bapak teknologi Habibie