Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meminta para bupati dan wali kota untuk segera menyalurkan Cadangan Beras Nasional (CBN), kepada warga terdampak kemarau di daerah masing-masing.

Gubernur mengeluarkan surat Antisipasi Dampak Rawan Pangan tanggal 9 September 2019, kepada para bupati dan wali kota untuk mengatasi kerawanan pangan.

Musim kemarau yang terjadi beberapa bulan terakhir, menyebabkan bencana kekeringan di sejumlah daerah di Provinsi Gorontalo. Dampaknya dirasakan oleh masyarakat terutama petani dan nelayan.

Sejumlah sumber air mengalami kekeringan yang menyebabkan petani mengalami gagal tanam dan gagal panen. Selain itu, nelayan tidak bisa melaut karena ombak tinggi yang terus terjadi.

Baca juga: Warga Gorontalo Utara minta Pemda kirim air bersih

Baca juga: DPRD Gorontalo Utara minta pemkab waspada hadapi ancaman karhutla


Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo Sutrisno, Selasa, menjelaskan CBN merupakan beras yang dikelola oleh Perum Bulog untuk mengantisipasi bencana alam di daerah. Kuota CBN di setiap kabupaten dan kota masing-masing 100 ton.

“Apabila cadangan itu masih dirasa kurang, maka Bupati atau Wali Kota bisa mengajukan ke provinsi yang memiliki cadangan beras sebesar 200 ton. Kami akan distribusi sesuai kebutuhan tiap daerah,” kata Sutrisno.

Menurut Sutrisno, hingga saat ini sudah ada dua daerah yang ditetapkan sebagai daerah Bencana Alam Kekeringan yakni Kabupaten Gorontalo (Kabgor) dan Kabupaten Bone Bolango (Bonebol).

Kabupaten Gorontalo sedang menyalurkan 100 ton cadangan beras, sementara Bone Bolango menyalurkan 8 ton cadangan berasnya.

BPBD, Dinas Sosial dan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota terkait penyaluran cadangan beras. Hal itu dilakukan untuk membantu akses pangan warga terdampak dan warga kurang mampu.*