Banda Aceh (ANTARA) - Pelaksana Tugas Kepala Baitul Mal Aceh, Mahdi Ahmadi menyatakan di era teknologi informasi zakat harus dapat dikelola secara modern berbasis sistem internet guna mempermudah untuk diakses oleh masyarakat.

"Ketika semua data dan informasi disajikan dalam sebuah sistem yang dapat diakses oleh masyarakat, tentu kepercayaan masyarakat kepada Baitul Mal akan semakin baik dan berdampak kepada peningkatan jumlah pengumpulan zakat," katanya di Banda Aceh, Selasa, di sela membuka pelatihan Sistem Manajemen Informasi Baznas (SIMBA) Baitul Mal Se-Aceh yang diikuti 30 peserta mewakili Baitul Mal Kabupaten/kota se-Aceh di Banda Aceh.

Ia menjelaskan SIMBA merupakan sebuah teknologi manajemen informasi yang berbasis jaringan internet dengan cara yang efektif, singkat, serta terjangkau seluruh daerah di Indonesia. SIMBA ini terintegrasi mengakomodir sistem pelaporan zakat seluruh Indonesia.

Menurut Mahdi, sudah saatnya Baitul Mal se-Aceh menggunakan pelaporan yang sesuai dan siap diaudit oleh akuntan publik serta Baznas pusat, karena dengan adanya pelatihan SIMBA tidak ada lagi kabupaten/kota yang tidak memiliki sitem informasi tersebut.

Ia mengatakan pelatihan tersebut perlu dilaksanakan guna memudahkan seluruh Baitul Mal se-Aceh dalam melaporkan data ke Baznas pusat secara realtime, sehingga meningkat efektivitas dan efisiensi proses yang telah ada.

Ia menambahkan Baitul Mal Aceh sebagai lembaga zakat resmi pemerintah tingkat provinsi punya tanggung jawab mengembangkan sumber daya amil guna mendukung terlaksananya SIMBA.

"Pihak provinsi akan terus mendampingi kabupaten/kota agar terlaksana program tersebut." kata Mahdi.

Ketua Panitia Pelaksana, Rizky Aulia mengatakan pelatihan SIMBA dilaksana selama tiga hari sejak 3-5 September 2019 yang bertujuan menyamakan persepsi seluruh kabupaten/kota terkait sistem tersebut.

"Kita berharap ke depan semua kabupaten/kota sudah menggunakan aplikasi SIMBA, sehingga pengelolaan zakat semakin terbuka," katanya.

Baca juga: Baitul Mal Aceh salurkan dana pemberdayaan ekonomi masyarakat

Baca juga: Baitul Mal Sabang-Aceh salurkan modal usaha produktif warga kurang mampu

Baca juga: Potensi Zakat Aceh capai Rp1,9 triliun