Denpasar (ANTARA) - Dinas Koperasi dan UKM Bali mendorong Dinas Koperasi di kabupaten/kota memfasilitasi upaya pemeringkatan koperasi bersama lembaga independen sehingga dapat diketahui perkembangan kualitas koperasi.

"Proses perangkingan atau pemeringkatan ini dilakukan oleh lembaga independen, bukan oleh pengurus atau pengawas koperasi," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra, di Denpasar, Selasa.

Menurut dia, pemeringkatan koperasi sangat penting untuk meningkatkan kapasitas kepercayaan koperasi, baik oleh anggota koperasi maupun oleh pemangku kepentingan terkait.

"Pemeringkatan ini dinilai dari berbagai aspek diantara aspek kelembagaan, usaha, administrasi, maupun dampak koperasi terhadap lingkungan. Ini penting untuk menjaga kepercayaan dan keberlangsungan koperasi," ujarnya.

Sedangkan untuk 2019 ini dilakukan pemeringkatan terhadap 20 koperasi yang terpilih, untuk menentukan peringkat koperasi berdasarkan skala usaha.

Dari total 4.958 koperasi di Bali, sebanyak 82 persen koperasi telah berpredikat koperasi berkualitas.

"Mudah-mudahan ke depan, pembiayaan pemeringkatan ini tidak hanya ditanggung oleh pemerintah melalui APBD namun dilakukan secara swadaya oleh masing-masing koperasi," ucapnya.

Dengan demikian, koperasi sendiri menyadari pentingnya pemeringkatan untuk menjaga kepercayaan dari anggota maupun rekan bisnis.

Gede Indra mengatakan, perangkingan koperasi selama ini dilakukan oleh lembaga independen yang telah mengantongi sertifikat dari Kementerian Koperasi dan UKM.

"Koperasi-koperasi yang besar sudah melakukan perangkingan secara swadaya. Untuk koperasi yang masih di bawah standar, kami terus melakukan langkah-langkah evaluasi dan pembenahan, pendampingan," ujar Gede Indra.

Dari hasil penilaian tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh dinas dalam upaya pembenahan dan pendampingan. Namun, dapat digunakan internal koperasi untuk melakukan pembenahan.

"Kami mengapresiasi kinerja koperasi secara keseluruhan naik 15 persen dan semua indikator sudah mengalami peningkatan," ujar Gede Indra.

Baca juga: DPRD Padang dorong koperasi manfaatkan teknologi di era industri 4.0

Baca juga: Yogyakarta akan bentuk percontohan Kampung Koperasi

Baca juga: 15 persen koperasi di Pariaman miliki aset di atas Rp1 miliar