Kota Pekanbaru (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru masih menyiagakan 21 puskesmas di daerah itu untuk melayani pasien terdampak kabut dan asap sejak Riau ditetapkan darurat asap hingga beberapa hari terakhir kendati tebaran asap di ibu kota provinsi itu sudah berkurang.

"Kendati kabut asap sudah mulai berkurang khusus untuk Kota Pekanbaru, namun demikian puskesmas di wilayah ini tetap optimal melayani pasien terpapar asap seperti ISPA, iritasi mata, asma, paru-paru, jantung dan lainnya," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Muhammad Amin, kepada wartawan di Pekanbaru, Selasa.

Menurut Amin, dari 21 unit puskesmas di Kota Pekanbaru yang siaga melayani pasien ISPA, salah satu di antaranya menyiapkan satu ruangan khusus bagi pasien ISPA, karena butuh penanganan khusus berbeda dengan pasien lainnya.

Untuk pasien lainnya seperti penderita asma, paru-paru, jantung dan iritasi mata juga diberikan penanganan khusus akan tetapi banyak dari mereka tidak menjalani rawat inap, dan lebih banyak rawat jalan.

"Kendati demikian bagi warga Kota Pekanbaru, perlu terus banyak mengomsumsi air putih, dan jika keluar rumah upayakan terus memakai masker untuk melindungi diri agar tidak banyak terpapar asap," katanya.

Sementara itu, BPBD Kota Pekanbaru menyebutkan bahwa kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru selama beberapa hari terakhir ditengari asap kiriman. Kondisi kabut asap Selasa (3/9) juga cukup tebal atau pekat dibanding Senin (2/9).

"Asap ini adalah asap kiriman dari daerah di sekitar kota atau beberapa daerah di Riau yang masih terjadi karhutla," kata Plt Kepala BPBD Kota Pekanbaru, Burhan Gurning.

Burhan memastikan bahwa Kota Pekanbaru saat ini nihil titik api, bahkan tidak ada laporan tentang adanya hotspot atau titik panas di Kota Pekanbaru.

Namun demikian, katanya, BPBD Pekanbaru tetap berupaya mengantisipasi munculnya titik api baru terkait juga di Kota Pekanbaru tercatat tiga wilayah rawan karhutla, yakni Kecamatan Tenayan Raya, Kecamatan Rumbai dan Payung Sekaki.

Berdasarkan rekapitulasi BPBD Kota Pekanbaru periode Januari- Agustus 2019 lahan yang terbakar di Kota Pekanbaru mencapai 94 hektare
Baca juga: Seluruh Puskesmas diminta siaga tangani penderita ISPA yang meningkat
Baca juga: Klinik Siaga gantikan posko evakuasi di Pekanbaru
Baca juga: Rokan Hilir tetapkan status siaga darurat karhutla