Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 452 perempuan pengawas pemilu seluruh Indonesia mendeklarasikan kesiapannya mengawasi Pemilihan Kepala Daerah 2020.

Deklarasi dihelat di area car free day (CFD), tepatnya depan Kantor Bawaslu RI, Jalan M.H. Thamrin 14 Jakarta, Minggu, demikian keterangan pers Bawaslu RI.

Sebelum deklarasi dikumandangkan, ratusan srikandi ini berjalan kaki dari Kawasan Pecenongan menuju Kantor Bawaslu RI. Pembagian bunga mawar kepada pejalan kaki di area CFD juga dilakukan sebagai simbol ajakan masyarakat turut berpartisipasi mengawasi pilkada.

Baca juga: Pendaftaran pasangan calon Pilkada dimulai 16-18 Juni 2020

Ketua Bawaslu RI Abhan mengatakan bahwa ajang ini merupakan puncak kegiatan konsolidasi perempuan mengawasi pemilu.

Menurut Abhan, keterlibatan kaum perempuan dalam ajang pilkada sangat penting karena tingginya jumlah perempuan yang tercatat sebagai pemilih.

"Pilkada tentu akan berhasil dengan sinergitas, kerja sama, dan soliditas pengawasan," kata lelaki asal Pekalongan Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, deklarasi dibacakan oleh delapan perempuan dari pulau-pulau di Indonesia, seperti, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Provinsi NTT, dan Provinsi Bali.

Baca juga: Mulai bermunculan calon kontestan Pemilihan Bupati Sleman 2020

Komitmen dalam deklarasi perempuan mengawasi Pilkada 2020 tersebut di antaranya menjaga kode etik dan kode perilaku penyelenggara pemilihan umum dengan bekerja secara profesional, independen dan berintegritas.

Memperjuangkan pengarusutamaan gender dalam lembaga pengawas pemilihan umum dan penguatan keterwakilan perempuan melalui perbaikan regulasi internal, program, dan kebijakan lembaga.

Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah, khususnya perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.