Jakarta (ANTARA) - Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK) telah menyalurkan bantuan sekitar Rp64 miliar selama 33 tahu berkiprah.

"Dana tersebut disalurkan untuk korban bencana, meliputi korban bencana banjir, tanah longsor, banjir bandang, tsunami, gunung meletus dan bencana sejenisnya," ujar Ketua Umum YDGRK,Siti Hardiyanti Rukmana, dalam keterangan pers di Jakarta, Senin.

Dana bantuan tersebut disalurkan di 1.099 lokasi bencana atau pada 899 kejadian bencana di 34 provinsi di Indonesia.

"Semua itu kami lakukan melalui kerja sama luar biasa dengan semua pihak. Semua yang percaya bahwa kehidupan yang lebih baik, yang lebih sejahtera itu bisa kita raih bersama melalui tolong-menolong di antara kita," kata dia lagi.

Dia menambahkan yayasan itu didirikan oleh ibu Tien Soeharto pada 1986, saat melihat penderitaan akibat bencana yang seakan tak ada habisnya. Perempuan yang akrab disapa Tutut itu menjelaskan dalam keterbatasan langkah sebagai seorang ibu rumah tangga, Tien Soeharto berkiprah.

"Oleh karena itu, semangat gotong royong sangat diperlukan, karena bencana sudah menjadi bagian kita."

Dia juga menambahkan, YDGRK juga hadir di sejumlah wilayah bencana dengan memberikan bantuan pada penyintas bencana. Pihaknya datang bukan hanya memberi apa yang bisa diberikan, namun datang untuk memberi harapan sekaligus menegaskan masih kuatnya tali persaudaraan.

Selain itu, Tien Soeharto juga mendirikan Yayasan Harapan Kita pada 51 tahun yang lalu. Yayasan itu didirikan hanya dengan uang Rp100.000. Saat ini, Yayasan Harapan Kita membangun banyak rumah sakit, antara lain Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita, dan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita.

Selain itu, membangun Taman Mini Indonesia Indah, Perpustakaan Nasional, hingga Taman Anggrek Indonesia Permai. Pembangunan ini berhasil mengurangi ketergantungan warga Indonesia akan perawatan terbaik di luar negeri.

Baca juga: Tutut ingin Yayasan Harapan Kita tetap berkiprah

Baca juga: Ketua MPR sebut TMII perkuat identitas bangsa