Surabaya (ANTARA) - Omzet usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan Pelindo III rata-rata mengalami pertumbuhan signifikan di pertengahan 2019, karena didorong perluasan pasar dan tambahan bantuan permodalan lunak.

Sutrisno, salah satu pelaku UMKM Batik Colek Kabupaten Jombang, Jawa Timur di Surabaya, Jumat mengatakan omzetnya saat ini rata-rata mencapai Rp25 juta-Rp35 juta per bulan, dari awalnya hanya di bawah Rp15 juta per bulan.

Sutrisno yang ditemui pada pameran UMKM Kota Surabaya di Grand City Mall itu bercerita telah memulai usahanya pada 2011, dan bekerja sama dengan Pelindo III pada 2012 melalui pengajuan kredit lunak.

"Awalnya saya meminjam Rp15 juta, tahap kedua Rp30 juta, dan tahap ketiga dari pengajuan Rp200 juta hanya disetujui Rp60 juta. Alhamdulillah dana itu saya gunakan untuk pengembangan usaha," katanya.

Dari pengembangan itu, kata dia, bisa memperluas pasar yang awalnya hanya di sekitar Jombang namun berkembang ke Bengkulu, Bandung, Medan dan Jakarta.

Ia berharap, kerja sama melalui kredit lunak kepada UMKM bisa terus ditingkatkan dan semakin dimudahkan, karena bisa menumbuhkan peluang kerja baru dan memperluas pasar UMKM.

Pelaku UMKM lainnya asal Bali, Kadek Anik Suwarni juga mengakui hal yang sama, dan rata-rata omzetnya naik sejak mendapat bantuan kredit lunak dari Pelindo III.

Anik yang mempunyai usaha kain khas Bali dengan nama Kios Anik ini mengatakan mulai bergabung dalam UMKM binaan Pelindo III sejak 2017, dan sejak saat itu mengalami peningkatan omzet hingga Rp150 juta per bulan, dari awalnya hanya Rp90 juta per bulan.

Anik mengatakan, sejak bergabung dalam UMKM binaan Pelindo III produknya mulai menyebar ke berbagai daerah, hal ini karena didorong perluasan produk melalui berbagai pameran yang diikutinya.

Sementara itu, VP Corporate Communication Pelindo III, Wilis Aji mengakui perusahaannya memang terus berupaya memajukan UMKM mitra binaannya dengan mengenalkan melalui berbagai pagelaran.

Ia mencatat, hingga triwulan I 2019 sebanyak 1.412 UMKM menjadi mitra binaan Pelindo III, dan tersebar di tujuh provinsi.

"Kami akan terus berupaya melalui berbagai pameran mengenalkan UMKM binaan, bahkan membuka peluang dan kesempatan untuk berinteraksi dengan pihak luar negeri, sekaligus mencari peluang pasar sehingga dapat menembus pasar global," katanya.

Baca juga: KEIN minta pemerintah berani terapkan restriksi UMKM

Baca juga: Tidak adil buat UMKM, BI diminta atur saldo mengendap uang elektronik

Baca juga: KEIN minta perbankan memudahkan akses likuiditas UMKM