Yogyakarta (ANTARA) - Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Prof Nizam menilai almarhum Budi Setiyanto sebagai sosok dosen yang produktif, cerdas serta memiliki hubungan yang baik dengan sesama rekan kerja di lingkungan Fakultas Teknik UGM.

Budi Setiyanto yang tercatat sebagai dosen aktif di Fakultas Teknik UGM sebelumnya ditemukan telah meninggal dunia karena gantung diri, di kediamannya di Kampung Nyutran RT 0055 RW 17, Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta, Kamis (15/8).

"Hubungannya dengan sesama dosen di Fakultas Teknik (UGM) sangat baik," kata Nizam, saat dihubungi di Yogyakarta, Jumat.

Menurut Nizam, selama ini Budi banyak menghasilkan karya akademisnya di jurnal dalam negeri maupun internasional.

"Tahun lalu beliau selesai S3 dengan hasil cum laude. Kami semua kehilangan rekan kerja yang sangat baik," kata dia.
Baca juga: Dosen UGM ditemukan tewas gantung diri di rumahnya

Budi dikenal sebagai dosen genius di mata teman dan mahasiswanya. Ia dikenal sebagai dosen dengan penguasaan ilmu yang mumpuni dan ahli di bidang telekomunikasi dan menulis beberapa buku terkait ilmu tersebut.

"Di kalangan mahasiswa, ia dikenal sebagai ahli ilmu dasar, seperti kalkulus, medan listrik magnet dan pengolahan isyarat," kata teman satu angkatan almarhum, Lukito Edi Nugroho.

Menurut Lukito, ilmu-ilmu tersebut selalu dapat dijelaskan oleh almarhum dengan mudah. Bahkan, Lukito sempat mengenang ketika zaman kuliah dulu almarhum pernah mengajarinya tentang materi teori fungsi variabel kompleks dan mata kuliah yang sulit lainnya.

"Cara menjelaskannya membuat sesuatu yang rumit terlihat lebih sederhana," kata Lukito.

Informasi dari pihak UGM, almarhum memang memiliki riwayat gangguan kesehatan. Meski demikian, belum diketahui secara pasti motif di balik almarhum dosen UGM itu mengakhiri hidupnya.

Eka Firmansyah, rekan Budi yang juga Kepala Unit Pengembangan SDM Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM mengatakan almarhum sempat mengalami gangguan syaraf dan keseimbangan hormonal. Inilah yang mengakibatkan kondisi emosinya menjadi tidak stabil.

"Beliau dalam pengobatan dokter dan tengah cuti untuk berobat selama tiga bulan," kata Eka.