Jakarta (ANTARA) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup melemah dipicu imbal hasil (yield) obligasi AS yang mengalami inversi antara tenor jangka panjang sepuluh tahun dengan tenor jangka pendek dua tahun.

IHSG ditutup melemah 9,75 poin atau 0,16 persen ke posisi 6.257,59. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 3,62 poin atau 0,37 persen menjadi 983,31.

"IHSG menurun karena ada inversi yield obligasi AS. Itu semakin menguatkan kekhawatiran "market crash","kata analis Panin Sekuritas William Hartanto di Jakarta.

Baca juga: IHSG melemah jelang rilis data neraca perdagangan

Dibuka melemah, IHSG tak bisa beranjak dari teritori negatif hingga penutupan bursa saham.

Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau "net foreign sell" sebesar Rp287,3 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 516.017 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,23 miliar lembar saham senilai Rp8,07 triliun. Sebanyak 136 saham naik, 267 saham menurun, dan 164 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 249,48 poin (1,21 persen) ke 20.405,65, indeks Hang Seng menguat 193,18 poin atau 0,76 persen ke 25.495,46, dan indeks Straits Times melemah 21,51 poin (0,68 persen) ke posisi 3.126,09.