Jakarta (ANTARA) - Penyedia sistem pelayanan kasir (point of sale/PoS), Moka, menargetkan memiliki 40.000 pengguna hingga akhir 2019.

"Target kami tahun ini sekitar 40.000, kalau sekarang kan baru setengahnya," kata Vice President Marketing and Brand Moka Bayu Ramadhan setelah mengisi acara di Gedung Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Senin.

Bayu hadir sebagai pembicara dalam acara UMKM Festival 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan Moka, untuk memperingati Hari UMKM Nasional yang jatuh pada 12 Agustus.

Ia menuturkan bahwa ini bukan kegiatan pertama yang dilakukan perusahaannya dengan Kementerian Koperasi dan UKM.

Sebelumnya, Moka telah berkolaborasi dengan kementerian ini pada acara Hari UMKM Internasional dan kompetisi kemasan produk.

Selain bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, dalam upayanya mendongkrak jumlah pengguna dari pengguna aktif saat ini yang berjumlah 20.000 merchant, Bayu mengatakan Moka juga sedang melakukan berbagai pendekatan terhadap Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian.

Menurut Bayu, tahun ini Moka berupaya menggenjot pertambahan jumlah pengguna dengan memaksimalkan Moka Capital dan Moka Connect.

Moka Capital adalah badan peminjaman modal yang menyediakan kredit dengan bunga rendah (1,67 persen) bagi para penggunanya dan besaran pinjaman mulai dari Rp5 juta sampai maksimal Rp2 miliar, sedangkan Moka Connect merupakan aplikasi semacam Appstore untuk menjawab berbagai kebutuhan pengguna seperti absen para pekerja.

Moka sebelumnya telah memperkuat lini uang elektronik mereka dengan bergabungnya Gopay dalam layanan pembayaran.

Aplikasi uang elektronik yang telah lebih dahulu bergabung seperti Ovo, Dana, LinkAja, AkuLaku, dan Kredivo.

Baca juga: Permudah turis, Moka beri layanan nontunai internasional
Baca juga: Moka-GoPay berkolaborasi, transaksi nontunai UMKM makin gampang

Baca juga: Moka fokus kembangkan ekosistem digital