Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini, diperkirakan rentan terkoreksi dimana perang dagang masih akan menjadi sentimen yang dominan memengaruhi indeks.

IHSG Senin pagi, dibuka menguat 18,54 poin atau 0,3 persen ke posisi 6.300,67. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 5,32 poin atau 0,54 persen menjadi 996,35.

"Dengan pertimbangan faktor, terutama berkenaan dengan perang dagang AS dengan China, diperkirakan IHSG pada pekan ini rentan terkoreksi dengan pola gerak indeks 'mixed'," kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Senin.

Pertarungan perdagangan yang semakin meningkat antara Amerika Serikat (AS) dengan China kemungkinan berlanjut hingga pemilihan 2020. Jika masih berlanjut, kondisi ini akan menghambat ekonomi AS dan berpotensi membahayakan pemilihan ulang Presiden AS Donald Trump.

Trump sendiri menginginkan kesepakatan dan AS masih berupaya untuk menjadi tuan rumah perundingan dengan China pada September. Dikhawatirkan perang dagang akan melemahkan ekonomi AS yang pada akhirnya dapat merusak pasar saham global

Di pihak lain, dikabarkan pemerintah Amerika Serikat (AS) menunda keputusan mengenai lisensi bagi perusahaan-perusahaan AS untuk memulai kembali bisnis mereka dengan Huawei Technologies.

Nampaknya langkah AS tersebut diambil setelah pemerintah China menyatakan menghentikan pembelian barang-barang pertanian dari AS. Sebelumnya Trump mengatakan beberapa pembatasan terhadap Huawei akan dilonggarkan.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Hang Seng melemah 2,7 poin atau 0,01 persen ke 25.936,6. Sedangkan indeks Nikkei dan Strait Times libur.

Baca juga: IHSG ditutup "menghijau" di akhir pekan
Baca juga: IHSG akhir pekan diprediksi bergerak variatif