Surabaya (ANTARA) - Rusia membuka peluang kerja sama perdagangan dengan Provinsi Jawa Timur setelah perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim melakukan kunjungan kerja bisnis ke negara tersebut.

"Peluang investasi yang bisa dikerjasamakan antara lain sektor industri makanan minuman, industri kimia dan farmasi, industri karet dan plastik, industri kertas dan printing, peralatan mekanik, kendaraan dan suku cadang, mesin elektrik hingga infrastruktur pendukung pariwisata," kata Tim Ahli Kadin Jatim, Jamhadi di Surabaya, Minggu.

Jamhadi yang menjadi wakil perdagangan Jatim dalam pertemuan bisnis di Rusia mengatakan, telah menyampaikan pada pengusaha Rusia bahwa di Jatim terdapat 24 juta angkatan kerja, dan seluruhnya siap memberi dukungan pada pengusaha global yang tertarik dengan Jatim.

"Bentuk dukungannya berupa produktivitas yang tinggi dan upah yang kompetitif. Dan memang tujuan kami di sana berupaya menggaet investor dari Moskow. Itu bagian dari strategi untuk memperbesar bisnis kedua negara baik dari sisi perdagangan maupun investasi," katanya.

Ia mengakui, selama ini hubungan bisnis antara Jatim dengan Rusia sudah terjalin baik, namun dari sisi neraca perdagangan, Jatim masih mencatat defisit dengan Rusia.

"Untuk memperbaiki neraca perdagangan yang defisit itu, Kadin Jatim menganggap salah satu strategi dengan substitusi industri," tuturnya.

Baca juga: Kadin minta pemerintah atur investasi yang masuk

Jamhadi juga mendorong, jika investor Rusia suka dengan barang Jatim, diharapkan bisa membuatnya di Jatim, tapi untuk kepentingan ekspor.

"Ini dampaknya bagus, dapat meningkatkan kesejahteraan. Karena bisa menyerap tenaga kerja,'' katanya.

Jamhadi mengatakan, pertemuan bisnis di Rusia dihadiri sekitar 200 pengusaha Moskow, dan merupakan kelompok pengusaha menengah dan besar, serta mayoritas menyatakan minatnya untuk berbisnis dengan Jatim.

Dalam kesempatan itu, Jamhadi juga menawarkan peluang di Kawasan Jembatan Suramadu yang bisa dikembangkan sebagai pelabuhan halal port, dan industri halal serta syariah.

Sementara itu, peluang bisnis di Jatim itu tersebar di berbagai proyek, seperti industri pelayaran senilai 2,7 juta dolar AS, pelabuhan halal dan syariah 18 juta dolar AS, wisata di Situbondo 30 juta dolar AS, fasilitas penunjang di Gunung Bromo dan industri besi dan baja.
Baca juga: Kadin Jatim dan Belanda kerja sama pengolahan buah