Mataram (ANTARA) - Lembaga sosial dan kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebar sebanyak 65 ekor sapi kurban di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

"Sebanyak 65 ekor sapi kurban tersebut disebar ke Pulau Lombok sebanyak 30 ekor dan ke Pulau Sumbawa 35 ekor," kata Head Partnership ACT NTB, Juaini Pratama, di Mataram, Sabtu (10/8).

Untuk wilayah Pulau Lombok, kata dia, sebanyak 30 ekor sapi kurban tersebut disebar untuk Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Lombok Tengah sebanyak 15 ekor.

Penyembelihan 15 ekor sapi tersebut akan dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Aziziyah, Kapek, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, usai shalat Idul Adha 1440 Hijriah.

Juaini menambahkan sebanyak 15 ekor sapi lagi akan didistribusikan untuk warga terdampak gempa di lima kecamatan di Kabupaten Lombok Utara. Penyembelihan sapi tersebut di pusatkan di "Integrated Community Shelter" (ICS) yang dibangun ACT, di Gondang, Kecamatan Gangga.

Baca juga: ACT NTB bantu pengobatan bayi penderita meningensofalokel

"Pemusatan lokasi penyembelihan hewan kurban merupakan kesepakatan bersama dengan Kajian Musyawarah yang menjadi salah satu mitra ACT," ucap Juaini.

Untuk wilayah Pulau Sumbawa, lanjut Juaini, sebanyak 35 ekor sapi kurban akan disebar ke lima kabupaten/kota di pulau tersebut.

Namun penyembelihan dan pendistribusian secara simbolis akan dilakukan di Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa.

Perwakilan ACT-Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di Pulau Sumbawa, akan menyerahkan lima ekor sapi kurban kepada Pendiri PMI Dea Malela
Prof H Muhammad Din Syamsuddin, usai shalat Idul Adha.

"Sisa 30 ekor sapi itu yang disebar untuk warga yang berhak menerima di Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Bima, dan Kota Bima," katanya.

Juani mengatakan proses pendistribusian puluhan ekor sapi kurban dari para mitra ACT tersebut melibatkan sekitar 100 anggota relawan yang tergabung dalam MRI.

Baca juga: ACT NTB kembali distribusikan bantuan 10.000 liter air
Baca juga: ACT-MRI NTB distribusikan kelambu ke daerah endemik malaria