Denpasar (ANTARA News) - Bali mendeklrasikan kepada masyarakat dunia bahwa pada Minggu, 27 Maret 2011, sebagai hari Vegan Organik Dunia (World Vegan Organic Day) dan hari Jumat sebagai hari tanpa produk hewani (Friday - Free Animal Product Day).

Deklarasi tersebut dilakukan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, didampingi Pimpinan Ashram Telaga Emas, Ratu Bagus Ida Pandita Empu Nabe Prama Daksa Nata Ratu Bagus di Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem,90 km timur Denpasar, Minggu.

Saat membuka "Festival Penyelamatan Bumi" yang digelar Bali Green Community (BGC), Gubernur yang didampingi Nyonya Ayu Pastika berharap, deklarasi yang ditujukan kepada masyarakat dunia itu mampu menyelamatkam bumi dari bahaya ancaman pemanasan global (global warning).

Ia mengatakan, setiap tanggal 27 Maret dan setiap hari Jumat adalah sebagai hari bersejarah untuk Bali khususnya, Indonesia dan dunia pada umumnya.

Manfaat vegan menurut Gubernur Pastika untuk mewujudkan kesehatan bagi setiap masyarakat, kedamain dan kesejaheraan bagi seluruh umat manusia serta maklhuk hidup yang menghuni planet bumi.

Ia mengajak umat manusia dari berbagai negara di belahan dunia secara bersama-sama membahu untuk meneladani hari yang sangat penting untuk kelangsungan dan kesejahteraan makluk yang ada di bumi.

Deklarasi dari Bali itu diharapkan memancar ke berbagai negara di belahan dunia, sekaligus diterapkan dalam kehidupan oleh umat manusia untuk bersama-sama menyelamatkan bumi dari pemanasan global.

Pastika dalam kunjungan ke Ashram Telaga Emas Ratu Bagus yang dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai elemen, termasuk tokoh dan pemimpin upacara keagamaan umat Hindu melakukan gerakan penghijauan di kawasan tersebut.

Selain itu, ia juga melihat dari dekat lokasi pengolahan sampah menjadi biogas dan pameran bahan organik.

Menurut Made Aripta Wibawa dari Bali Green Community, berbagai program dan kegiatan dalam penyelamatan lingkungan yang dilakukan, sekaligus mendukung upaya pemerintah Provinsi Bali mewujudkan Bali yang bersih dan hijau (Bali Green Province).

Upaya dan dukungan itu diimplementasikan dalam program nyata yang berbasis pada penyelamatan bumi.

Gubernur Pastika pada kesempatan itu juga melantik kepengurusan Bali Green Community periode 2011-2014 yang diketuai Ketut Nugra. (*)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2011